INFO TERKINI : Yth. rekan-rekan semuanya, sehubungan hari ini banyak pertanyaan terkait adanya erupsi dengan awan panas di Gunung Slamet, berikut jawaban Ka. BVMBG Bapak Ir. M. Hendrasto, M.Sc : "tidak benar ada awan panas di Gunung Slamet, tadi pagi teramati beberapa letusan abu kehitaman, tinggi 600-1.000 m. salam SURONO Mbah Rono

Wednesday, February 6, 2013

MENKOKESRA BUKA SECARA RESMI RAKORNAS PB 2013



Berita BNPB - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr. Agung Laksono, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta (5/2). Rapat koordinasi nasional (rakornas) yang berlangsung tiga hari dan diikuti 33 BPBD provinsi dan 366 BPBD kabupaten/kota ini mengangkat tema “Tumbuh, Utuh, Tangguh”. Penyelenggaraan rakonas ini masih dalam suasana memperingati hari ulang tahun BNPB ke – 5 yang jatuh pada tanggal 26 Januari.

Sementara itu, rakornas ini bertujuan sebagai langkah awal pelaksanaan kebijakan penanggulangan bencana (PB) 2013, menyamakan persepsi atau pemahaman dalam PB, dan persiapan penyusunan rencana kebijakan tahun 2014 yang akan datang. Di samping itu, bertujuan untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan PB, dan terakhir  mengoptimalkan akuntabilitas penyelenggaraan PB dalam rangka peningkatan kualitas opini pengawasan dan pemeriksaan laporan.

Rangkaian penyelenggaraan rakornas tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan bagi BPBD provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga dilakukannya penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara BNPB dan kementerian/lembaga, pemberian bantuan perlengkapan dan peralatan secara simbolis serta malam apresiasi dan penghargaan.  

Dalam sambutan pembukaan di hadapan 1.268 peserta rakornas, Menkokesra Agung Laksono menekankan mengenai penyelenggaraan penanggulangan bencana yang cepat, tepat, dan akuntabel. Kecepatan dan ketepatan dalam penanganan darurat memegan peran yang sangat menentukan. Kapabilitas dalam deteksi dini, quick respon, dan membangun ketangguhan dan kesadaran masyarakat sehingga mereka dapat hidup harmoni dengan risiko harus terus ditingkatkan. “Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah mutlak”, tambah Agung Laksono. 

Dalam laporan kegiatan, Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif, M.Si menjelaskan bahwa BNPB telah melakukan penandatangan MoU (nota kesepahaman) dengan 23 kementerian/lembaga dan perguruan tinggi, serta 9 MoU dengan lembaga internasional. 

“Tujuan makro dari MoU adalah ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita selalu utuh, bersatu, dan saling membantu dalam melakukan penanggulangan bencana sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing kementerian/lembaga”, jelas Syamsul Maarif. Beliau juga menambahkan bahwa tujuan mikro adalah untuk kemudahan dalam pengerahan sumber daya dan tertib administrasi dalam melaksanakan PB. 

Pada akhir laporannya, Kepala BNPB mengucapkan terima kasih kepada semua kementerian/lembaga atas kecepatan, kesiapan, dan kerja keras yang telah bersama-sama melakukan bantuan kemanusiaan pada setiap kejadian bencana di Indonesia. Secara khusus, beliau juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kementerian/lembaga yang telah bekerja sama dalam memobilisir sumber daya nasional, dalam mendampingi, memperkuat, dan membantu Pemda DKI Jakarta dan juga daerah-daerah lain pada penanganan banjir Januari lalu. 

Hadir tamu undangan pada rakornas ini antara lain Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala BPS, Kepala LIPI, Kepala Badan Geologi, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Kepala BMKG, Kepala Basarnas, serta perwakilan dari lembaga internasional.

Syams©

BNPB GELAR RAKORNAS PB 2013


Berita BNPB - "Semangat berjuang, demi panggilan kemanusiaan, derap berpacu, pemerintahnya, masyarakat, dan dunia usaha, demi negara wujudkan cita, m'nuju ketangguhan bangsa menghadapi bencana...", petikan lagu Mars Tangguh mengiringi kebersamaan BNPB dan BPBD pada pra pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Penanggulangan  Bencana 2013, pada Senin (4/2). 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2013 di Hall Birawa-Bidakara, Jakarta, 4 - 6 Februari 2013. Rakornas yang mengangkat tema "Tumbuh, Utuh, Tangguh" dihadiri oleh 33 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan 366 BPBD tingkat kabupaten/kota. Penyelenggaraan rakornas ini merupakan wujud harmonisasi penyelenggaraan penanggulangan bencana BNPB dan BPBD di Indonesia.

Tema "Tumbuh, Utuh, Tangguh" yang bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BNPB menunjukkan suatu dinamika dalam berproses untuk menjadi profesional dalam penanggulangan bencana (PB). Salah satu wujud konkret dalam upaya menuju apa yang diharapkan adalah proses optimalisasi kapasitas kelembagaan PB antara pemerintah dan pemerintah daerah yang menjunjung semangat dan komitmen tangguh dalam menghadapi bencana. 

Mengawali rangkaian pra pembukaan rakornas, Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif, M.Si memberikan arahan kepada para peserta dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota. Syamsul Maarif menekankan "jangan lengah" menghadapi ancaman bencana di tahun 2013. Beliau mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPBD dan ucapan selamat datang kepada pejabat yang baru bergabung dengan BPBD. Kepala BNPB mengingatkan para peserta untuk selalu bekerja dan bekerja keras. Kerja keras tersebut harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, dan tugas mulia ini demi kemanusiaan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.  

Di samping itu, Kepala BNPB menegaskan bahwa ancaman bencana akan terus meningkat, khususnya bencana hidrometeorlogi. Hal tersebut dilihat dari 85% bencana adalah bencana hidrometerologi, seperti puting beliung, banjir, dan longsor sepanjang tahun 2012. Sementara itu, perlu diwaspadai bahwa masih ada energi yang tersandera dan berpotensi gempa dan tsunami. 

Beberapa catatan sebagai bentuk pencapaian BNPB sepanjang tahun 2012, seperti capaian terbentuknya 366 BPBD kabupaten/kota atau 75 % dari 497 kabupaten/kota di Indonesia, sukses menyelenggarakan AMCDRR ke-5 yang dihadiri 2.600 peserta dari 71 negara, Indonesia sudah menjadi negara donor aktif seperti pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara, ASEAN, Haiti, Jepang, Australia, Selandia Baru, Pakistan, dan sebagainya, tersertifikasinya 30.320 relawan, serta berhasil menyusun peta risiko bencna dan rencana penanggulangan bencana daerah di tingkat provinsi.

Menutup pengarahan malam itu, Kepala BNPB menyampaikan beberapa kiat strategi tahun 2013. “Kita kerahkan dan satukan semua potensi dan sumber daya dalam penanggulangan bencana”, jelas Syamsul Maarif. Sebagai aktor penanggulangan bencana, perlu leadership dan berpikir lebih cerdas serta bekerja lebih keras. Kemudian beliau juga menambahkan bahwa BNPB dan BPBD harus selalu tampil di depan dalam penanggulangan bencana.  

Rakornas PB 2013 ini rencananya secara resmi akan dibuka esok hari (5/2) oleh Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Dr. Agung Laksono. Rangkaian rakornas ini antara lain penandatanganan MoU antara BNPB dan Kementerian/ lembaga dan paparan, serta diskusi. BNPB mengundang kementerian/lembaga terkait dalam penyelenggaraan rakornas ini.

Syams©