Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014, Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera

Wednesday, August 20, 2014

SOSIALISASI PERDA KABUPATEN PACITAN 2014

BPBD Pacitan, (20-8-2014) Pacitan dengan kondisi alam pegunungan dengan kekayaan alam yang cukup memadai baik di daratan maupun di lautan dan potensi pariwisata yang menggembirakan. Tetapi Pacitan juga mempunyai kekayaan yang lain yaitu potensi ancaman bencana baik alam, manusia maupun industri.
Dengan adanya Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Kabupaten Pacitan segera menyusun peraturan daerah dengan keluarnya Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2013 tentang Penanggulangan Bencana maka segera di sampaikan kepada masyarakat melalui berbagai moda. Sosialisasi ini dimulai pada tanggal 20 Agustus 2014 di wilayah Kecamatan Sudimoro dengan Kecamatan Ngadirojo dan seterusnya sampai semua kecamatan di wilayah Kabupaten Pacitan.
Dalam peraturan daerah ini diatur mulai wewenang, hak dan kewajiban baik pemerintah, swasta, masyarakat, media, lembaga swadaya masyarakat, lembaga asing dan semua yang terlibat.
Juga dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana mulai pra bencana, pada saat bencana dan pasca bencana, tentunya juga masalah pendanaan, pengawasan.
Dalam peraturan daerah ini masih bersifat bahasa hukum dan dalam pelaksanaan dilapangan nantinya sedang dalam proses penyusunan peraturan dibawahnya.
Semoga dengan adanya Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2013 tentang Penanggulangan Bencana ini baik pemerintah, swasta dan masyarakat dapat melaksanakan sebaiknya-baiknya dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
(rat)

Sumber : http://bpbd.pacitankab.go.id/sosialisasi-perda-kabupaten-pacitan-2014/

Monday, August 18, 2014

PENCEGAHAN ADALAH CARA

VIVA News, Tsunami sudah lama meninggalkan luka. Alam terus memperbaiki segala kekurangan dalam dirinya. Waktu dan kecerobohan manusia telah membuat bumi semakin menua dan lemah. 26 Desember 2004 menjadi awal terjadinya gempa dan kita terus merasakan getaran bumi dalam waktu tak tentu. Bahkan, kita sudah terbiasa dengan gempa dan akan berlari mencari dataran tinggi jika kekuatan gempa melampaui batas ketakutan dalam diri kita.

Tsunami mengajarkan banyak hal akan sebuah musibah besar. Secara sadar pula kita menghindar jika terjadi gempa. Bencana tidak hanya gempa dan tsunami. Kekurangan pengetahuan akan suatu bencana membuat kerugian material yang cukup besar. Untuk daerah yang tidak mengenal Escape Building atau Jalur Evakuasi maka pihak terkait berhak memberikan pengetahuan sejak dini. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat supaya menjauh dari daerah rentan bencana. Masyarakat berhak mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi suatu bencana. Selain itu, pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) atau Tsunami and Disaster Mitigation ResearchCenter (TDMRC) melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah dalam rangka sosialisasi mengenai kebencanaan ini. Kedua lembaga tersebut bisa saja melakukan sosialisasi kepada siswa karena fasilitator dari kedua lembaga dianggap paling mumpuni memyampaikan informasi kepada siswa dibandingkan guru yang mengejar materi ajar dan kurikulum. Dalam pelajaran IPA maupun IPS, pengetahuan tentang kebencanaan hanya diajarkan selintas guna menjawab permintaan pemerintah dalam hal target nilai kelulusan. Perbedaan yang signifikan akan terlihat saat simulasi dilakukan oleh dua lembaga berwenang tersebut di atas, kedua lembaga sudah sangat berperan penting dalam menangani bencana oleh BPBA maupun TDMRC.

Menghilangkan Panik dan Menjauh dari Lokasi Bencana
Gempa dengan panik sebuah hal yang wajar. Saya sendiri kerap sekali mengalami guncangan jiwa saat gempa. Sifat naluriah ini menjadi sebuah penentu keputusan dalam waktu mendesak. Hal pertama yang mesti dilakukan saat terjadi bencana adalah mengendalikan diri. Kita dianjurkan menjauh dari lokasi bencana. Selama proses tersebut kita lakukan dengan tidak tergesa-gesa, semua orang pasti ingin segera mencapai tempat tertinggi namun karena menerobos jalan atau melakukan kecurangan lain selama di jalan maka petaka selanjutnya akan terjadi. Banyak sekali kecelakaan saat melarikan diri karena menganggap orang lain tidak akan selamat dan kita yang pintar melajukan kendaraan adalah manusia paling direstui nyawanya. Saat panik menimpa diri kita, sering kali pula kita lupa bahwa nyawa adalah segala dengan menyelamatkan harta benda terlebih dahulu. Inilah perlunya pengetahuan kebencanaan, dari pengetahuan tersebut kita akan paham keputusan selanjutnya. Jika gempa kita harus keluar dari bangunan, mencari lapangan kosong atau berlindung di bawah meja. Jika disusul tsunami kita dianjurkan menuju dataran tinggi. Bencana-bencana lain juga punya cara tersendiri dalam menyelamatkan diri, harta benda akan kita dapatkan kembali namun nyawa tidak akan diberikan untuk kedua kali.

Penunjuk Arah
Ikutilah jalur evakuasi. Saya rasa semua orang sangat mengerti akan hal ini. Tanpa diberitahu petunjuk pun masyarakat sangat sadar mereka akan lari ke mana jika terjadi suatu bencana. Dengan mengikuti penunjuk jalan tersebut masyarakat sudah mampu menjauh dari bencana. Jalur evakuasi sangatlah penting ada di suatu daerah mengingat tidak hanya penduduk pribumi saja yang bisa menetap di sana. Tidak tertutup kemungkinan pendatang menetap di suatu daerah dan tidak mengetahui arah evakuasi.

Jalur Evakuasi
Penghijauan
Tanpa perlu diajarkan masyarakat diminta untuk sadar dengan sendirinya mengenai pentingnya penghijauan ini. Di daerah pantai sudah mulai ditanam mangrove seperti di Banda Aceh di mana pengetahuan akan kebencanaan di sana lebih memadai, selain pemerintah kota sadar betul kebutuhan ini juga terdapat lembaga yang serta-merta ikut terlibat langsung (BPBA & TDMRC). Untuk daerah pesisir barat yang masih kurang pemahaman akan hal tersebut, ditambah kurangnya sosialisasi dari kedua lembaga yang fokus kerja pada bencana itu, masyarakat hanya menanam mangrove seadanya saja atau kelapa seperti yang terlihat bibir pantai Meulaboh, atau membiarkan tanaman alami (bak nipah) beregenerasi dengan sendirinya. Walaupun tidak tertutup kemungkinan penghijauan ini bisa menghalau bencana datang, tetapi usaha manusia tetap akan ada hasilnya. Pepohonan di bibir pantai akan menahan waktu berlari kencang mencapai puncak tertinggi saat terjadi bencana.

 Kelapa dan Mangrove

 Mangrove

Bak Nipah

Alam selalu berdamai dengan kita jika dijaga dengan penuh cinta. Sesuai janji Allah swt. bahwa terjadi kerusakan di bumi akibat ulah manusia. Sehingga tugas kita adalah menjaga supaya terjadi keseimbangan dengan mengambil seperlunya saja dan meninggalkan sisanya untuk diambil oleh generasi selanjutnya. Berikut kutipan arti Q.S. Ar-Rum ayat 41: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah swt. merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dan benar, karena kita bencana itu datang. Kini adalah waktu merenung kembali musibah besar dan menjaga keseimbangan di darat dan di laut. Tsunami adalah kenangan. Pencegahan adalah cara.

Sunday, August 17, 2014

UPACARA 17 AGUSTUS 2014

BPBD Pacitan, 17 Agustus 2014, Tepat jam 07.00 wib semua elemen yang ada di Kabupaten Pacitan tidak terkecuali dengan BPBD  bergabung dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pacitan melakukan upacara bendera di lapangan Dinas Kehutanan dan Perkebunan .

Tema peringatan HUT RI ke 69 adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang makin Maju dan Sejahtera” .

“Sementara itu, ke depan, di samping kita harus senantiasa menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, kita juga menghadapi berbagai ancaman keamanan non-tradisional – misalnya bencana alam, bajak laut, terorisme, kejahatan transnasional, serangan cyber, penyelundupan manusia, dan lain sebagainya“. Seperti disampaikan pada Pidato Kenegaraan Presiden RI tanggal 15 Agustus 2014 .

KEBAKARAN RUMAH WARGA

BPBD Pacitan, 17 Agustus 2014, telah terjadi kebakaran rumah pada jam 19.58 wib dan dapat dipadamkan oleh UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Pacitan pada jam 21.25 wib .

Kronologi kejadian, pada tanggal 15 Agustus 2014 dilakukan penambahan daya dari 450 watt ke 900 watt, diperkirakan karena hubungan arus pendek sekitar 19.30 wib pada tanggal 16 Agustus 2014 warga Rt 01 Rw 01 Dusun Krajan Desa Mlati Kecamatan Arjosari dikejutkan dengan munculnya api yang telah membesar dari dalam rumah kosong milik sdr. Paeran, karena penghuninya sedang bersilaturahmi ke rumah saudaranya .
Pada pukul 19.58 posko pemadam kebakaran mendapat lapoan warga dalam 10 menit 1 unit PMK tiba dilokasi dan disusul armada kedua .

Proses pemadaman dilakukan oleh warga masyarakat beserta anggota Polsek dan Koramil Arjosari terlebih dahulu sambil menunggu armada PMK datang, api dinyatakan padam pukul 21.25 wib dan dilakukan pemasangan “police line” oleh personil Polsek Arjosari, dengan taksiran kerugian Rp. 200.000.000,00. Data korban kebakaran an. Paeran umur 62 tahun jumlah anggota keluarga 4 orang, alamat Rt 01 Rw 01 Dusun Krajan Desa Mlati Kecamatan Arjosari dan tidak ada korban jiwa .

(sumber : UPT Pemadam Kebakaran Pacitan)

Friday, August 15, 2014

HALAL BIHALAL HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H DWP GABUNGAN

BPBD Pacitan – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gabungan, Jum’at (15/8/14) menggelar acara halal bihalal hari raya Idul Fitri 1435 H. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruang Pusat Kendali Operasi Badan Penangguangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan .
Sementara itu, ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gabungan dalam sambutannya mengungkapkan tujuan diselenggarakannya halal bihalal ini untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gabungan. Halal bihalal, lanjutnya, merupakan wujud syukur kepada sesama manusia dan juga kepada Allah swt .
“Masih dalam suasana lebaran, saya atas nama pribadi dan DWP Gabungan mengucapkan minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya .
“Dari itu kami sampaikan hari ini, tentang pahala bersilaturohmi. Yang telah diambil dari isi kandungan Al-Qur’an, karena didalamnya terdapat penjelasan tentang bersilaturrohmi. Kami harap dengan adanya halal bihalal ini mampu membawa kita dalam suatu kebaikan sampai akhir nanti,”

Sunday, August 10, 2014

MONITORING PENANGANAN PENGUNGSI

BPBD Pacitan – 10 Agustus 2014, Kepala Sub Direktorat Penanganan Pengungsi Deputi Penanganan Darurat BNPB Drs. Elly Siyono, MM, Msi, beserta staf melakukan monitoring dan evaluasi penanganan pengungsi / korban bencana di Kabupaten Pacitan .
Pada penanganan pengungsi meliputi beberapa kegiatan diantaranya pendataan, kaji cepat, penempatan pada lokasi yang aman, perlindungan dan pemberdayaan, kompensasi dan pengembalian hak dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar .
Dalam kunjungan monitoringdan evaluasi penanganan pengungsi / korban bencana beliau memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan, Dunia Usaha dan Masyarakat yang telah melakukan kegiatan untuk bangkit kembali dengan cepat setelah di landa bencana banjir dan tanah longsor. Dan pada kesempatan ini pula beliau juga menyampaikan sebuah format instrumen tunggal untuk melakukan pemantauan di pengungsian. Dengan harapan adanya format tungal ini menjadi salah satu acuan dalam upaya dokumentasi yang teliti dan komprehensif mengenai penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, kerentanan, ancaman dan pemulihan sarana dan prasarana di tempat pengungsian . (rat)

http://bpbd.pacitankab.go.id/monitoring-penanganan-pengungsi/

LOMBA BEBERAN SIMULASI KEBENCANAAN



BPBD Pacitan - 10 Agustus 2014; Kabupaten Pacitan pada umumnya menghadapi Bahaya Tinggi Gempa, tsunami dan banjir yang setiap saat menghantui, Desa Sirnoboyo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan pada khususnya juga menghadapi ancaman yang sama .

Untuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya, Desa Sirnoboyo Kecamatan Pacitan melakukan permainan beberan simulasi kebencanaan yang di laksanakan pada tanggal 10 Agustus 2014 mulai jam 08.00 wib s/d 13.00 wib. Acara di buka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan dan dihadiri oleh Drs. Elly Siyono, MM, MSi Kepala Sub Direktorat Penanganan Pengungsi Deputi Penanganan Darurat BNPB .

Tujuan diadakannya permainan beberan simulasi kebencanaan untuk mendorong terwujudnya masyarakat Desa Sirnoboyo tangguh dalam menghadapi bencana yang terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi serta mendorong kebersamaan, saling bekerja sama, melengkapi dengan seluruh program yang ada di Desa Sirnoboyo oleh Kementerian / Lembaga terkait baik pusat maupun daerah sesuai dengan pilar negara yaitu Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Dalam hal ini pendanaan semua ditanggung oleh pihak swasta di Kabupaten Pacitan terutama PT. WPP dan PT LMM yang selama ini ikut serta dalam program pengurangan risiko bencana .

Sasaran yang akan di capai dengan program permainan beberan simulasi kebencanaan yang utama adalah peningkatan kapasitas masyarakat yang di dalamnya :
(1)   memiliki pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana ;
(2)   memeliki kemampuan untuk mengurangi risiko bencana dan ;
(3)   memiliki ketahanan dan kekuatan untuk membangun kembali kehidupan setelah terkena dampak bencana .
Dalam program permainan beberan simulasi kebencanaan ini dengan topik :
(1)   pencegahandan mitigasi bencana ;
(2)   kesiapsiagaan menghadapi bencana ;
(3)   tanggap darurat bencana dan ;